Nama umum: Secang
Nama Latin: Caesalpinia sappan L.
Family: Caesalpiniaceae
Bagian yang digunakan: Kulit kayu
Khasiat: Obat mencret, obat batuk, obat luka.
Ciri morfologi utama: Tanaman dengan nama latin Caesalpinia sappan L. merupakan tanaman perdu hingga pohon kecil dari famili Fabaceae yang dikenal sebagai secang. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 5–10 meter dan memiliki batang berkayu keras serta sering dilengkapi duri kecil pada batang atau cabangnya. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan, sedangkan bagian kayu dalamnya berwarna merah khas. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip ganda (bipinnatus) dengan banyak anak daun kecil berbentuk lonjong dan berwarna hijau. Bunganya berwarna kuning cerah, tersusun dalam rangkaian bunga majemuk di ujung cabang. Buahnya berupa polong pipih berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi cokelat saat matang. Sistem perakarannya berupa akar tunggang yang kuat dengan akar cabang yang berkembang luas.
Habitat dan budidaya: Tanaman Caesalpinia sappan L. banyak tumbuh di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia, terutama pada lahan terbuka seperti hutan sekunder, kebun, dan pekarangan. Tanaman ini tumbuh optimal pada tanah gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik dengan penyinaran matahari penuh. Dalam budidayanya, perbanyakan umumnya dilakukan melalui biji yang berasal dari polong matang. Biji biasanya direndam terlebih dahulu sebelum ditanam untuk mempercepat perkecambahan. Tanaman ini relatif mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan intensif setelah melewati fase awal pertumbuhan. Tanaman secang banyak dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami dan bahan minuman herbal tradisional karena kandungan zat warna merah pada kayunya.
