Nama umum: Seledri
Nama Latin: Apium graveolens
Family: Apiaceae
Bagian yang digunakan: Daun, seluruh tanaman.
Khasiat: Antihipertensi
Ciri morfologi utama: Tanaman dengan nama latin Apium graveolens merupakan tanaman herba semusim hingga dua tahunan dari famili Apiaceae yang dikenal sebagai seledri. Tanaman ini tumbuh dengan tinggi sekitar 30–100 cm dan memiliki batang lunak beralur yang tegak serta bercabang. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip dengan anak daun berbentuk bulat telur hingga bergerigi, berwarna hijau cerah, dan tersusun berseling pada batang. Tangkai daun berkembang menjadi bagian yang tebal dan berair pada beberapa varietas. Bunganya kecil berwarna putih hingga kehijauan dan tersusun dalam rangkaian bunga berbentuk payung majemuk (umbel) yang merupakan ciri khas famili Apiaceae. Buahnya kecil berbentuk lonjong dan berisi biji aromatik. Sistem perakarannya berupa akar tunggang dengan akar cabang yang menyebar di dalam tanah.
Habitat dan budidaya: Tanaman Apium graveolens tumbuh baik di daerah beriklim sedang hingga tropis dataran tinggi dengan suhu sejuk dan kelembapan cukup. Tanaman ini cocok ditanam pada tanah gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik dengan pH tanah sekitar 6–7. Dalam budidayanya, perbanyakan umumnya dilakukan melalui biji yang disemaikan terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke lahan tanam. Penyiraman dilakukan secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah karena tanaman ini membutuhkan ketersediaan air yang cukup. Pemupukan berkala dan penyiangan gulma juga diperlukan agar pertumbuhan optimal. Tanaman seledri banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tanaman sayuran, serta tanaman obat tradisional.
