Nama umum: Tapak Dara
Nama Latin: Catharantus roseus (L.) G. Don
Family: Apocynaceae
Bagian yang digunakan: Herba
Khasiat: Anti kanker, antihipertensi, antidiabetik.
Ciri morfologi utama: Tanaman dengan nama latin Catharanthus roseus (L.) G. Don merupakan tanaman herba menahun dari famili Apocynaceae yang dikenal sebagai tapak dara. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 30–100 cm dan memiliki batang lunak hingga agak berkayu pada bagian bawah serta bercabang banyak. Daunnya berbentuk lonjong hingga elips dengan ujung meruncing, berwarna hijau mengilap, dan tersusun berhadapan pada batang. Tulang daun tampak jelas berwarna lebih pucat di bagian tengah. Bunganya berukuran sedang dengan lima helai mahkota berbentuk bundar, berwarna merah muda, putih, atau ungu dengan bagian tengah biasanya berwarna lebih tua. Buahnya berbentuk polong kecil memanjang yang berisi biji halus. Sistem perakarannya berupa akar tunggang dengan akar cabang yang berkembang cukup baik.
Habitat dan budidaya: Tanaman Catharanthus roseus (L.) G. Don berasal dari Madagaskar, namun telah menyebar luas dan banyak dibudidayakan di daerah tropis termasuk Indonesia sebagai tanaman hias dan tanaman obat. Tanaman ini tumbuh optimal pada tanah gembur, subur, dan memiliki drainase baik dengan penyinaran matahari penuh hingga sebagian teduh. Dalam budidayanya, perbanyakan umumnya dilakukan melalui biji atau stek batang yang mudah tumbuh. Tanaman ini relatif mudah beradaptasi dan tidak memerlukan perawatan intensif selain penyiraman secukupnya dan pemupukan ringan secara berkala. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias pekarangan serta dikenal luas dalam pengobatan tradisional karena kandungan senyawa alkaloidnya.
