Nama umum: Teh
Nama Latin: Camelia sinensis
Family: Theaceae
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Antioksidan, diuretik.
Ciri morfologi utama: Tanaman dengan nama latin Camellia sinensis merupakan tanaman perdu hingga pohon kecil dari famili Theaceae yang dikenal sebagai tanaman teh. Tanaman ini tumbuh dengan tinggi sekitar 1–5 meter pada budidaya (dapat lebih tinggi jika tidak dipangkas) dan memiliki batang berkayu dengan banyak percabangan. Daunnya berbentuk lonjong hingga lanset dengan ujung meruncing dan tepi bergerigi halus, berwarna hijau mengilap, serta tersusun berseling pada batang. Daun muda biasanya berwarna hijau muda dan menjadi bagian utama yang dipanen. Bunganya berwarna putih dengan benang sari kuning di bagian tengah, muncul tunggal atau berkelompok di ketiak daun. Buahnya berbentuk kapsul kecil yang berisi biji bulat. Sistem perakarannya berupa akar tunggang dengan akar cabang yang berkembang cukup kuat.
Habitat dan budidaya: Tanaman Camellia sinensis tumbuh optimal di daerah beriklim sejuk hingga sedang, terutama di dataran tinggi tropis dengan curah hujan cukup dan kelembapan tinggi, seperti wilayah pegunungan di Indonesia. Tanaman ini cocok ditanam pada tanah gembur, subur, kaya bahan organik, bersifat agak asam, dan memiliki drainase yang baik dengan penyinaran matahari cukup. Dalam budidayanya, perbanyakan dilakukan melalui biji atau stek pucuk, namun stek pucuk lebih umum digunakan untuk menghasilkan tanaman yang seragam. Tanaman memerlukan pemangkasan secara berkala untuk merangsang pertumbuhan tunas muda sebagai bahan baku teh. Tanaman ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman perkebunan karena daunnya menjadi bahan utama pembuatan teh yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
