Nama umum: Temu Hitam
Nama Latin: Curcuma aeruginosa Roxb.
Family: Zingiberaceae
Bagian yang digunakan: Rimpang
Khasiat: Stomakikum, ekspektoran, antelmintik.
Ciri morfologi utama: Tanaman dengan nama latin Curcuma aeruginosa Roxb. merupakan tanaman herba dari famili Zingiberaceae yang dikenal sebagai temu ireng atau temu ireng wuluh. Tanaman ini tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 1 meter dan memiliki batang semu yang terbentuk dari pelepah daun. Daunnya berbentuk lonjong atau lanset dengan ujung meruncing, berwarna hijau, dan tersusun berselang-seling pada batang. Bunganya berbentuk tandan majemuk yang muncul dari rimpang, dengan warna kuning kehijauan pada kelopak dan bagian tengah berwarna ungu. Rimpangnya berwarna cokelat kehitaman dan berbentuk memanjang, dengan daging yang berwarna keputihan dan memiliki aroma khas. Sistem perakarannya berupa akar serabut yang berkembang dari rimpang.
Habitat dan budidaya: Tanaman Curcuma aeruginosa tumbuh baik di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia, di hutan lembap, lahan terbuka, atau pekarangan dengan kelembapan tinggi. Tanaman ini cocok ditanam pada tanah gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik dengan penyinaran matahari sedang. Dalam budidayanya, perbanyakan umumnya dilakukan dengan membagi rimpang, yang mudah berkembang menjadi tanaman baru. Penyiraman dilakukan secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah, disertai pemupukan organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, terutama pada bagian rimpangnya yang mengandung senyawa bioaktif.
