<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bumi Herbal Dago &#187; Galeri</title>
	<atom:link href="https://bumiherbal.id/category/galeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bumiherbal.id</link>
	<description>Herbal Untuk Hidup Sehat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Apr 2026 09:15:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
		<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
		<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=3.8.41</generator>
	<item>
		<title>Santhi Serad: Herbal-Kuliner Sekali Jalan</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2015/05/santhi-serad-herbal-kuliner-sekali-jalan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=santhi-serad-herbal-kuliner-sekali-jalan</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2015/05/santhi-serad-herbal-kuliner-sekali-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2015 08:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumiherbal.com/?p=3063</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan tanaman herbal yang tidak terdokumentasi dan tid [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Ribuan tanaman herbal yang tidak terdokumentasi dan tidak pula dibudidayakan.</p>
<p>Bagai ilmuwan sedang membuat percobaan. Santhi memotong lembar-lembar daun jati belanda itu, memasak, dan membumbuinya. &#8220;Saya coba membuat tempura,&#8221; kata perempuan berkulit putih ini mengenang upayanya, beberapa tahun silam.</p>
<p>Daun jati belanda dibuat tempura adalah ide yang aneh. Meski tak masuk dalam kamus daun bertekstur kasar itu jadi masakan, tapi Santhi Serad mencobanya. Berhasilkah dia? &#8220;Tidak,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari uji cobanya itu, ia menemukan daun jati belanda saat agak panas jadi berlendir. Tambahan lagi, serat daun yang kasar membuat tanaman ini bakal tidak populer masuk ke kancah kuliner. &#8220;Terlalu kesat, <em>nggak</em> enak,&#8221; komentarnya. &#8220;Memang untuk mencoba-coba itu membutuhkan kreativitas.&#8221;</p>
<p>Selama ini, tanaman obat-obatan hanya dibuat semacam jamu. Santhi ingin agar tanaman-tanaman itu dinikmati langsung dalam bentuk makanan. Tak hanya sekali wanita yang banyak bergelut di bidang herbal dan kuliner itu mengadakan uji coba.</p>
<p>Di antara yang berhasil adalah daun pohpohan yang masuk &#8216;lalapan sunda&#8217;. Daun yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh dari nyeri otot tulang, osteoporosis, penurunan kekebalan tubuh, penurunan daya ingat, dan gangguan dalam jantung itu ternyata nikmat dibuat sup krim.</p>
<p>Hampir sebagian besar kegiatan Santhi Serad berhubungan dengan tanaman herbal dan kuliner. Santhi bersama Ilham Habibie, putra sulung mantan presiden BJ Habibie, membangun sebuah kebun Bumi Herbal di kawasan Dago, Bandung, pada 2006.</p>
<p>Empat dari tujuh hektar keseluruhan tanah yang menghadap Kota Bandung itu telah ditanami 400 jenis tanaman herbal. Ia mengakum masih banyak lagi tanaman yang belum masuk atau tak bisa masuk koleksi mereka. &#8220;Misalnya tanaman buah merah dari Papua, tidak bisa ditanam di tempat kami,&#8221; ujar presiden direktur PT Ilthabi Sentra Herbal itu.</p>
<p>Santhi menyinggung kekagumannya pada keanekaragaman hayati Indonesia yang tinggi. &#8220;Dari 10 negara, Indonesia yang kedua setelah Brasil,&#8221; kata dia.</p>
<p>Dalam keanekaragaman hayati itu, banyak di dalamnya merupakan tanaman obat yang belum termanfaatkan. Hutan Kalimantan ada 4.000-an tanaman obat yang  belum dibudidayakan. Belum lagi bila ditambah dengan daerah-daerah lain.</p>
<p>Selama ini, ungkap Santhi, kebun tanaman obat biasanya dimiliki oleh perusahaan besar farmasi kimia. Sementara, ia dalam mengembangkan tanaman obat bertujuan untuk menularkan ilmu, informasi yang benar dan ilmiah.</p>
<p>Agar informasi dapat dipertanggungjawabkan, tanaman-tanaman dari berbagai daerah itu dideterminasi oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB. Para ahli mencocokkan nama populer tanaman, nama bahasa Inggris, dengan nama latinnya.</p>
<p>Ia mencontohkan saat menambah koleksi dengan tanaman lavender yang dibeli di pedagang bunga. namun, diteliti para ahli, ternyata bukan lavender. &#8220;Ternyata, tanaman liar,&#8221; ungkat istri Wisnu Kusuma Wardhana itu. &#8220;Karenanya, kebun kami untuk eduherba, edukasi herbal.&#8221;</p>
<p>Kebun di kawasan tinggi itu menerima kunjungan anak-anak sekolah hingga orang dewasa. Di sana, mereka akan terjun langsung belajar mengenali tanaman-tanaman serta manfaatnya. Lebih jauh lagi, koleksi tanaman herbal yang dimulainya dari nol itu sudah menjadi tempat belajar mahasiswa yang ingin melakukan penelitian.</p>
<p>Di kebun itu pun mereka menikmati santapan dari tanaman yang jarang diperoleh di kota-kota besar. Kebun herbal yang diwujudkannya bersama Ilham Habibie juga menghasilkan produk herbal kering dan resep-resep masakan herbal. &#8220;Ada tempat coba-coba membuat masakan di sana,: ucap wanita penggemar fotografi ini.</p>
<p>Jika sudah mengetahui manfaat dan cara penggunaan herbal, ia berharap masyarakat bisa memanfaatkkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p><strong>Minat sejak kecil</strong></p>
<p>Seminggu sekali, Santhi bertolak dari Jakarta menengok kebun Bumi Herbal Dago di Bandung. Di sana, dia bertemu dengan para staf dan petaninya.</p>
<p>Herbal bukan dunia baru bagi Santhi. Si bungsu dari tiga bersaudara ini sudah mengenal jamu herbal sejak belia. Setelah mendapat haid pertama, sang ibu, Hertuti, memperkenalkannya dengan jamu-jamu perawatan tubuh untuk wanita. Sementara, semangat meneliti dan melakukan uji coba agaknya diperoleh dari sang ayah.</p>
<p>Ayahnya, Suwarno M. Serad, seorang dosen ilmu kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat masih kanak-kanak, Santhi kerap menyaksikan laboratorium kerjanya ketika diajak menjemput sang ayah.</p>
<p>Setelah mengalami masa kanak-kanak di Bandung, perempuan keturunan Pasuruan-Banyuwangi ini kemudian mengikuti orang tuanya yang pindah ke Semarang. Di kota itu, ia tumbuh dewasa dan menempuh kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Di sana, Santhi mempelajari nutrisi pakan ternak. Ia melakukan penelitian tentang sapi. &#8220;Saya melihat umuru sapi lewat giginya, membuka mulut sapi, dan melihat semua isinya,&#8221; kenang dia. Sejak saat itu, saya <em>nggak</em> doyan lagi makan lidah sapi.&#8221;</p>
<p>Kuliah Santhi berlanjut ke Universitas Curtin di Perth, Australia. Di sana, ia belajar <em>food scientific technology</em>. Yakni, tentang proses pengolahan makanan yang sehat dari bahan mentah, penyimpanan, pengolahan, hingga pengemasan.</p>
<p>Pulang dari Negeri Kangguru, Santhi memulai kariernya dengan bekerja di litbang Yuppie, perusahaan permen kenyal. &#8220;Di sana, saya mengurusi 3.000 karyawan dalam tiga shift,&#8221; tutur perempuan kelahiran Bandung, 14 September 1972 itu.</p>
<p>Ia bertugas meramu rasa, bentuk, warna, dan kekenyalan permen anak-anak itu. Bekerja di pabrik itu, Santhi belajar banyak hal. Mulai dari food safety, produksi makanan, hingga kebersihan makanan.</p>
<p>Lalu, pertemuannya dengan Ilham Habibie membawa perjalanannya memasuki belantara herbal. Suatu perjalanan yang membuat ia terkenal di dunia herbal.</p>
<p><strong>Menolak punahnya masakan tradisional</strong></p>
<p>Dunia herbal hanyalah satu sisi dari kehidupan Santhi. Profesi lainnya adalah di bidang <em>food science and technology </em>sebagai external <em>food hygiene auditor</em> pada sebuah perusahaan swasta.</p>
<p>Sebuah profesi yang cocok dengan kegemarannya, mempelajari asal-usul suatu jenis makanan dan sejarahnya. Ia mencermati kenyataan keanekaragaman masakan masyarakat Indoensia tradisional diwariskan orang tua di rumah banyak yang tidak tercata dengan baik. &#8220;Lama-lama bisa punah,&#8221; ujarnya muram.</p>
<p>Santhi mengetuai gerakan Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) yang didirikannya bersama pakar kuliner William Wongso dan Bondan Winarno pada 2012. Dengan menyandang kamera Leica-nya, Santhi bersama kawan-kawan menjelajahi Nusantara, mendokumentasikan serta menyebarluaskan kekayaan budaya kuliner tradisional Indonesia.</p>
<p>Bersama ACMI, ia mendorong agar resep masakan tradisional masuk ke dalam kurikulum sekolah kejuruan. &#8220;Agar SMK diajarkan 10-20 masakan Indonesia,&#8221; katanya.</p>
<p>Santhi juga menjadi salah satu anggota kelompok kerja Kementerian Pariwisata. Kami menerbitkan buku <em>30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia</em>,&#8221; katanya.</p>
<p>Lebih besar lagi, bersama rekan-rekan seide ia berbagi harapan. Suatu saat, dalam jamuan kenegaraan pemerintah makanan tradisional Indonesia naik ke meja makan para kepala negara.</p>
<p>Oleh: Nina Chairani<br />
Suplemen REPUBLIKA, Selasa, 12 Mei 2015</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2015/05/santhi-serad-herbal-kuliner-sekali-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantangan dan Serunya Memasak Herbal bersama Astrid Enricka</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2014/01/tantangan-dan-serunya-memasak-herbal-bersama-astrid-enricka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tantangan-dan-serunya-memasak-herbal-bersama-astrid-enricka</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2014/01/tantangan-dan-serunya-memasak-herbal-bersama-astrid-enricka/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2014 04:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[demo masak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=2210</guid>
		<description><![CDATA[Saat ditemui Tim BumiHerbal ketika sedang mengunjungi B [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-2212" alt="astrid enricka" src="http://bumi-herbal.com/wp-content/uploads/2014/01/astrid-enricka-300x199.jpg" width="300" height="199" />Saat ditemui Tim BumiHerbal ketika sedang mengunjungi BumiHerbal, Astrid Enricka yang juga adalah <i>chef</i> dan <i>co-owner </i>Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk membagikan keseruan dan juga tantangan memasak di BumiHerbal. Baginya, suasana BumiHerbal pun sangat mendukung <i>mood </i>memasak yang ternyata merupakan sebuah bagian penting dari proses memasak.</p>
<p>“Masak itu perlu kreatifitas, dan suasana tempat memasak yang enak sangat mendukung kreatifitas tersebut. Saya percaya bahwa di tiap masakan yang kita buat ada <i>mood </i>kita yang terpancar. Senangnya memasak di BumiHerbal adalah selain disuguhkan pemandangan yang cantik, banyak dedaunan herbal yang bisa jadi kreasi masakan,” ungkap pemilik akun @PokijanAcil ini.</p>
<p>Astrid mulai memasak sekitar tahun 2009, di kala ia mempunyai waktu luang yang sangat banyak. Di waktu luang itulah ia banyak menonton Nigellal Lawson dan Jamie Oliver. Baginya kedua <i>chef</i> tersebut memasak dengan cara yang santai dan tidak ribet. Itulah yang kemudian menjadi acuan Astrid untuk mulai memasak. Tak tanggung-tanggung, sekarang akhirnya ia membuka Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk yang berlokasi di Jln. Ciranjang no.38, Senopati. Bila anda ingin berkunjung ke sana, menu andalannya selain Ayam dan Bebek Tangkap ada juga Mie Aceh.</p>
<p>Dalam kunjungannya ke BumiHerbal pun Astrid mengungkapkan bahwa selain menyenangkan memasak dengan bahan-bahan herbal pun memiliki tantangannya sendiri. Ia menjelaskan bahwa sangat seru bila mengkreasikan bahan-bahan herbal yang memiliki aroma dan rasa yang beraneka macam menjadi suatu masakan yang bisa diterima oleh masyarakat.</p>
<p>“Menyenangkan karena si bahan-bahan herbal ini punya aroma yang macam-macam dan bisa dibayangkan bagaimana ketika sebegitu banyak aroma kita jadikan dalam satu masakan lalu masuk ke mulut. Wah, rasanya seperti pesta pora di dalam mulut.  Apalagi kalau di BumiHerbal, banyak dedaunan herbal yang bisa jadi kreasi masakan. Kira-kira ini bisa enak dibuat apa <i>yah</i>, kira-kira ini masuk tidak <i>yah</i> di masakan ini. Waktu itu saya ingat, ketika ke sini sama Rahung, dia buat sambal andaliman dengan stroberi, teri medan, dan cabe. Biasanya dia pakai nanas untuk <i>souring</i>, tapi saat itu karena kita nggak bawa nanas, akhirnya kita pakai stroberi. Ternyata rasanya masuk, karena stroberi di BumiHerbal itu benar-benar lokal dan rasanya sedikit masam”, jelas Astrid yang juga pernah mengkreasikan buah murbei yang dipetik langsung dari BumiHerbal dengan pisang goreng.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2014/01/tantangan-dan-serunya-memasak-herbal-bersama-astrid-enricka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Suasana untuk Mood Memasak</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2014/01/pentingnya-suasana-untuk-mood-memasak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pentingnya-suasana-untuk-mood-memasak</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2014/01/pentingnya-suasana-untuk-mood-memasak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2014 04:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[demo masak]]></category>
		<category><![CDATA[mood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=2207</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu yang mempengaruhi mood memasak adalah suasan [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-2208" alt="rahung-mood-memasak" src="http://bumi-herbal.com/wp-content/uploads/2014/01/rahung-mood-memasak-300x300.jpg" width="300" height="300" />Salah satu yang mempengaruhi mood memasak adalah suasana memasak. Beberapa juru masak yang sempat berkunjung ke BumiHerbal berbagi inspirasi seputar pentingnya suasana lingkungan memasak dalam proses memasak itu sendiri.</p>
<p>“Suasana sangat mendukung excitement kita dalam mengolah sebuah masakan. Contohnya seperti di BumiHerbal ini, selain sejuk serunya memang apa yang kita masak itu langsung dipanen dari sini. Fresh dan organic pula. Tentunya ini salah satu yang sulit dilakukan buat teman-teman yang biasa masak membeli di pasar swalayan. Kalau di BumiHerbal, kita langsung proses di kebun sini, bahkan yang mentah pun ada, contohnya urap pegagan.” ungkap Arie Parikesit <i>Chief Culinary Officer dan Founder</i> Kelanarasa.</p>
<p>“Mungkin rasanya lebih senang dan lebih tenang untuk berpikir kalau memasak di tempat yang mendukung. Ya, seperti BumiHerbal. Walaupun memasak dengan dedaunan herbal bagi saya agak sulit dalam pengaplikasian, tapi itu tantangannya. Apalagi kalau ternyata setelah dimasak, justru malah bisa diterima di lidah orang.”, ungkap Jeffery Yunus. <i>Founder</i> Warung Makan Gudeg Yu Nap.</p>
<p>“Pemandangan di sekitar yang cantik dan suasana rimbun ditengah kebun Herbal, tentu saja membuat kita semangat ketika memasak. Sangat menyenangkan. Belum lagi jika masak di BumiHerbal selain menemukan ratusan tanaman sumber obat kita juga akan menemukan ratusan tanaman yang bisa diolah menjadi makanan dan juga bumbu.”, ungkap Rahung Nasution, yang adalah anggota Aku Cinta Masakan Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2014/01/pentingnya-suasana-untuk-mood-memasak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talkshow Dove Kartini Sisterhood</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2013/11/talkshow-dove-kartini-sisterhood/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=talkshow-dove-kartini-sisterhood</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2013/11/talkshow-dove-kartini-sisterhood/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2013 07:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1512</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 16 November 2013, Ibu Santhi Serad selaku Direkt [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 16 November 2013, Ibu Santhi Serad selaku Direktur Utama PT Ilthabi Sentra Herbal, yang juga sebagai Ketua Umum ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) tampil sebagai narasumber talkshow Dove Kartini Sisterhood di Semarang. Ibu Santhi Serad berbicara mengenai keragaman kuliner nusantara dan herbal yang memang menjadi keahliannya. Beberapa peserta yang beruntung sempat mencicipi urap pegagan buatan Ibu Santhi dan menerima bingkisan dari BumiHerbal.</p>
<p>[simpleviewer gallery_id="56" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2013/11/talkshow-dove-kartini-sisterhood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Mahasiswa Magister Farmasi ITB</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2013/11/kunjungan-mahasiswa-magister-farmasi-itb/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kunjungan-mahasiswa-magister-farmasi-itb</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2013/11/kunjungan-mahasiswa-magister-farmasi-itb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2013 07:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1508</guid>
		<description><![CDATA[Galeri Foto [simpleviewer gallery_id="55" bgcolor="ffff [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Galeri Foto</p>
<p><span id="more-1508"></span>[simpleviewer gallery_id="55" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2013/11/kunjungan-mahasiswa-magister-farmasi-itb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rakernas KADIN</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2013/10/rakernas-kadin/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rakernas-kadin</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2013/10/rakernas-kadin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2013 07:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1497</guid>
		<description><![CDATA[Galeri Foto [simpleviewer gallery_id="54" bgcolor="ffff [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Galeri Foto</p>
<p><span id="more-1497"></span>[simpleviewer gallery_id="54" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2013/10/rakernas-kadin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Group Arisan Sohib</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2013/10/kunjungan-group-arisan-sohib/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kunjungan-group-arisan-sohib</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2013/10/kunjungan-group-arisan-sohib/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2013 07:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1493</guid>
		<description><![CDATA[Galeri Foto [simpleviewer gallery_id="53" bgcolor="ffff [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Galeri Foto</p>
<p><span id="more-1493"></span>[simpleviewer gallery_id="53" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2013/10/kunjungan-group-arisan-sohib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Talk Show dan Demo Masak di PRJ 2013</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2013/07/talk-show-dan-demo-masak-di-prj-2013/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=talk-show-dan-demo-masak-di-prj-2013</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2013/07/talk-show-dan-demo-masak-di-prj-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2013 09:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 30 Juni, Kompas Gramedia bekerjasama dengan ACM [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, 30 Juni, Kompas Gramedia bekerjasama dengan ACMI (Aku Cinta Masakan Indonesia) mengadakan talk show di arena Pekan Raya Jakarta. Talk show Jelajah Kuliner Nusantara yang menghadirkan Ibu Santhi Serad dari ACMI (yang juga merupakan Direktur Utama PT Ilthabi Sentra Herbal), dan Bapak William Wongso tersebut mengangkat ke-khas-an resep dan bahan masakan dari berbagai daerah di seluruh nusantara. Kekayaan kuliner nusantara yang sangat beragam tersebut diharapkan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.</p>
<p>Acara talk show kemudian dilanjutkan dengan demo masak oleh Ibu Santhi Serad dan Bapak William Wongso. Tiga resep yang didemokan adalah sup ayam kenikir, urap pegagan, dan teh daun kopi. Peserta yang datang sangat antusias dalam mengikuti rangkaian acara talk show dan demo masak tersebut. Di akhir acara, PT Ilthabi Sentra Herbal membagikan souvenir kepada para peserta berupa bibit pegagan dari Bumi Herbal Dago yang dapat dikembang-biakkan sendiri.</p>
<p>[simpleviewer gallery_id="52" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2013/07/talk-show-dan-demo-masak-di-prj-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Prof. Sidik</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2013/06/kunjungan-prof-sidik/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kunjungan-prof-sidik</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2013/06/kunjungan-prof-sidik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2013 03:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1414</guid>
		<description><![CDATA[Galeri Foto[simpleviewer gallery_id="45" bgcolor="fffff [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Galeri Foto<span id="more-1414"></span>[simpleviewer gallery_id="45" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2013/06/kunjungan-prof-sidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Institut Teknologi Bandung</title>
		<link>https://bumiherbal.id/2012/12/pameran-institut-teknologi-bandung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pameran-institut-teknologi-bandung</link>
		<comments>https://bumiherbal.id/2012/12/pameran-institut-teknologi-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2012 06:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[bhd]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bumi-herbal.com/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[Galeri Foto [simpleviewer gallery_id="43" bgcolor="ffff [&#8230;]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Galeri Foto<span id="more-1338"></span></p>
<p>[simpleviewer gallery_id="43" bgcolor="ffffff" gallery_width ="100%" gallery_height ="600"]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://bumiherbal.id/2012/12/pameran-institut-teknologi-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
