Nama umum: Dlingo
Nama Latin: Acorus calamus L.
Family: Araceae
Bagian yang digunakan: Semua bagian, terutama rimpang.
Khasiat: Demam, batuk, borok, stimulan, stomakikum, toikum, karminatif, antiseptik, emetik, diaforetik, rematik, antikonvulsan, sedatif, demam, stimulan peredaran darah.
Ciri morfologi utama: Dlingo (Acorus calamus L.) merupakan tanaman herba tahunan berimpang dengan batang semu pendek yang tumbuh berumpun. Daunnya berbentuk pita panjang seperti pedang, tegak, berwarna hijau cerah, dengan tulang daun sejajar dan ujung meruncing. Bunganya tersusun dalam bentuk tongkol (spadiks) silindris berwarna hijau kekuningan yang muncul di sisi tangkai daun. Tanaman ini memiliki aroma khas kuat, tajam, dan harum menyerupai rempah akibat kandungan minyak atsiri pada rimpangnya.
Habitat dan budidaya: Dlingo tumbuh optimal di daerah tropis hingga subtropis pada ketinggian ±0–1.200 mdpl. Tanaman ini menyukai cahaya matahari penuh hingga setengah teduh. Tanah yang sesuai adalah tanah liat hingga lempung yang selalu lembap atau tergenang ringan, kaya bahan organik. Iklim yang ideal adalah iklim lembap dengan curah hujan tinggi dan suhu sedang hingga hangat.
