Jahe Merah

Nama umum: Jahe Merah

Nama Latin: Zingiber officinale Roscoe var. sunti Val.

Family: Zingiberaceae

Bagian yang digunakan: Rimpang

Khasiat: Analgesik, antiemetik, karminatif.

Ciri morfologi utama: Zingiber officinale Roscoe var. sunti Val. merupakan salah satu varietas jahe dari famili Zingiberaceae yang dikenal sebagai jahe sunti atau jahe kecil. Tanaman ini memiliki batang semu yang terbentuk dari pelepah daun dengan tinggi sekitar 40–80 cm. Daunnya berbentuk lanset memanjang, berwarna hijau dengan ujung meruncing dan tersusun berseling sepanjang batang. Bagian utama tanaman adalah rimpang yang berukuran relatif kecil, bercabang banyak, berwarna kuning pucat hingga kekuningan, serta memiliki aroma tajam dan rasa pedas yang lebih kuat dibandingkan beberapa jenis jahe lainnya. Bunga muncul dari rimpang dalam bentuk tongkol dengan warna hijau kekuningan.

Habitat dan budidaya: Jahe sunti banyak dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia dan tumbuh baik pada tanah gembur, subur, kaya bahan organik, serta memiliki drainase baik dengan pH sekitar 5,5–6,5. Tanaman ini memerlukan iklim hangat dengan curah hujan cukup serta kondisi sinar matahari yang tidak terlalu terik. Perbanyakan dilakukan secara vegetatif menggunakan potongan rimpang yang memiliki mata tunas. Dalam budidaya, tanaman memerlukan penyiraman yang cukup, penyiangan gulma, pemupukan secara berkala, serta pembumbunan tanah untuk mendukung perkembangan rimpang hingga siap dipanen sekitar 8–10 bulan setelah tanam.

 

%d bloggers like this: