Janggelan

Nama umum: Janggelan

Nama Latin: Mesona palustris

Family: Lamiaceae

Bagian yang digunakan: Daun, herba.

Khasiat: Membantu menurunkan panas dalam, melancarkan pencernaan.

Ciri morfologi utama: Tanaman janggelan (Mesona palustris) merupakan tanaman herba dari famili Lamiaceae yang tumbuh tegak atau agak menjalar dengan tinggi sekitar 30–60 cm serta memiliki batang lunak yang bercabang banyak. Daunnya tunggal, berbentuk lonjong hingga lanset dengan ujung meruncing, berwarna hijau dan tersusun berhadapan pada batang, dengan permukaan agak berbulu halus. Bunganya kecil berwarna putih hingga keunguan dan muncul dalam rangkaian bunga di ujung batang. Seluruh bagian herba, terutama daun dan batang, sering dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan cincau hitam.

Habitat dan budidaya: Tanaman janggelan banyak tumbuh di daerah tropis Asia, termasuk Indonesia, terutama pada daerah dataran tinggi atau daerah dengan udara cukup sejuk. Tanaman ini tumbuh baik pada tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik dengan drainase baik serta sinar matahari cukup. Perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatif melalui stek batang karena lebih cepat tumbuh. Dalam budidaya, tanaman memerlukan penyiraman yang cukup, penyiangan gulma, serta pemupukan organik secara berkala. Tanaman biasanya dapat dipanen sekitar 3–4 bulan setelah tanam, kemudian dikeringkan untuk digunakan sebagai bahan pembuatan cincau.

 

%d bloggers like this: