Nama umum: Kola
Nama Latin: Cola acuminata
Family: Malvaceae
Bagian yang digunakan: -
Khasiat: -
Ciri morfologi utama: Cola acuminata merupakan pohon hijau abadi berukuran sedang dari famili Malvaceae yang di habitat alaminya dapat tumbuh hingga sekitar 20 meter, meskipun dalam budidaya biasanya lebih rendah. Percabangannya cenderung rendah, dengan batang berkulit abu-abu sampai hijau tua. Daunnya tunggal, tersusun berseling, berbentuk oblanset sampai lonjong sempit atau elips, berukuran kira-kira 7–22 × 2–8 cm, bertekstur agak tebal dan permukaannya licin hingga hampir licin. Bunganya berwarna putih krem sampai kekuningan pucat dengan guratan atau bercak ungu-kecokelatan, tersusun dalam kelompok bercabang. Buahnya berupa kumpulan folikel yang tampak seperti bintang, umumnya sekitar lima ruang, permukaannya kasar atau berbintil, dan di dalamnya terdapat biji besar yang dikenal sebagai kola nut, dengan warna biji dapat putih, merah muda, atau merah.
Habitat dan budidaya: Secara alami spesies ini berasal dari Afrika tropis, dengan sebaran asli dari Togo hingga Angola utara, dan tumbuh terutama pada bioma tropis basah. Tanaman ini dikenal sebagai pohon bawah tajuk hutan dataran rendah yang lembap, tetapi juga dapat ditemukan di lokasi yang agak lebih kering selama ketersediaan air tanah cukup. Dalam budidaya, Cola acuminata memerlukan iklim panas dan lembap, dengan suhu rata-rata sekitar 26–35°C, curah hujan sekitar 1.200–1.800 mm per tahun, serta tanah yang dalam, subur, dan berdrainase baik; tanaman ini kurang cocok pada tanah berpH tinggi. Walaupun secara alami tahan naungan, pertumbuhan tajuk dan hasil buah umumnya lebih baik bila ditanam di tempat yang lebih terbuka. Perbanyakan paling umum dilakukan melalui biji yang disemai dalam wadah, tetapi perbanyakan dengan stek juga banyak digunakan; menurut laporan CARPE, budidaya dengan stek kini menjadi cara yang sangat umum, sedangkan tanaman mulai berproduksi sekitar umur 12–15 tahun dan mencapai produksi penuh sekitar umur 20 tahun.
