Nama umum: Pala
Nama Latin: Myristica fragrans
Family: Myristicaceae
Bagian yang digunakan: Buah, biji.
Khasiat: Sedatif, karminatif.
Ciri morfologi utama: Myristica fragrans Houtt., yang lebih dikenal dengan nama nutmeg atau pala, adalah pohon tropis kecil hingga sedang dari famili Myristicaceae yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 10–20 meter. Batangnya tegak, berbentuk silindris, dengan kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan yang agak kasar. Daunnya berbentuk elips atau lanset dengan panjang sekitar 10–20 cm dan lebar 4–8 cm, serta memiliki ujung meruncing dan tepi yang halus. Daun berwarna hijau cerah dan beraroma khas ketika diremas. Bunganya kecil, berwarna kuning atau krem, dan muncul dalam kelompok pada ujung cabang. Setelah berbunga, pohon ini menghasilkan buah yang berbentuk bulat dengan diameter sekitar 4–6 cm. Buah ini memiliki kulit keras berwarna kuning atau merah muda, yang akan terbuka ketika matang untuk mengungkapkan biji berwarna cokelat, yang dikenal dengan nama nutmeg. Bijinya dilapisi dengan pembungkus merah muda yang disebut mace, yang juga digunakan dalam industri rempah-rempah.
Habitat dan budidaya: Myristica fragrans berasal dari kepulauan Banda, Indonesia, dan kini telah tersebar di berbagai daerah tropis, termasuk Asia, Afrika, dan Karibia. Tanaman ini lebih menyukai iklim tropis yang hangat dengan suhu 20–30°C dan curah hujan yang tinggi. Myristica fragrans tumbuh baik di tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik, serta lebih menyukai tanah dengan pH sedikit asam hingga netral. Tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari untuk tumbuh optimal, namun dapat bertahan di tempat yang sedikit teduh. Dalam budidaya, tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji atau stek, meskipun perbanyakan dengan biji lebih umum digunakan. Penyiraman yang cukup dan pemupukan dengan pupuk organik akan mendukung pertumbuhannya. Myristica fragrans sangat dihargai karena bijinya yang digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan, serta dalam pembuatan minyak esensial yang memiliki banyak kegunaan dalam aromaterapi dan pengobatan tradisional. Selain itu, biji nutmeg dan mace juga digunakan dalam industri parfum dan kosmetik.
