Nama umum: Oregano
Nama Latin: Origanom vulgare
Family: Lamiaceae
Bagian yang digunakan: Seluruh tanaman, minyak atsiri.
Khasiat: Ekspektoran, gangguan lambung, antibakterial (minyak).
Ciri morfologi utama: Origanum vulgare L., atau yang dikenal dengan nama oregano, adalah tanaman herba perenial dari famili Lamiaceae yang tumbuh dengan tinggi sekitar 30–80 cm. Tanaman ini memiliki batang tegak, berbuku, dengan daun berbentuk elips atau lanset, panjang sekitar 4–8 cm, dan lebar 1–3 cm. Daun berwarna hijau gelap dengan permukaan yang sedikit berbulu dan memiliki aroma yang tajam dan khas, terutama ketika diremas. Bunganya kecil, berwarna ungu atau pink, dan tersusun dalam kelompok berbentuk malai yang muncul pada ujung batang atau ketiak daun. Bunga oregano berbau harum dan menarik bagi penyerbuk, seperti lebah. Setelah berbunga, tanaman ini menghasilkan buah kecil berbentuk kacang, yang mengandung biji kecil.
Habitat dan budidaya: Origanum vulgare berasal dari daerah Eropa, Asia Barat, dan Mediterania, namun kini telah tersebar luas di seluruh dunia. Tanaman ini tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki iklim sedang dan subtropis dengan suhu hangat dan curah hujan sedang. Tanaman ini lebih menyukai tanah yang gembur, subur, dengan pH sedikit asam hingga netral, serta memiliki drainase yang baik. Origanum vulgare membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh optimal dan dapat bertahan dalam kondisi kekeringan setelah tanaman dewasa. Dalam budidaya, oregano dapat diperbanyak dengan biji atau stek batang. Tanaman ini juga mudah dirawat, membutuhkan penyiraman teratur, namun tidak tahan terhadap genangan air. Origanum vulgare sangat dihargai sebagai tanaman bumbu dalam masakan, terutama dalam masakan Mediterania, dan juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk sifat antiseptik, antiinflamasi, dan pereda nyeri. Minyak oregano yang diekstraksi juga digunakan dalam aromaterapi dan pengobatan herbal.
