Nama umum: Jarak Pagar
Nama Latin: Jatropha curcas
Family: Euphorbiaceae
Bagian yang digunakan: Daun, biji, getah.
Khasiat: Pembersih darah, gonorhea, bengkak, rematik, ketombe, borok, penyakit telinga, penyakit gigi, sembelit, eksim, kudis.
Ciri morfologi utama: Jatropha curcas merupakan tanaman perdu atau pohon kecil dari famili Euphorbiaceae yang dapat tumbuh hingga tinggi sekitar 2–5 meter dengan batang berkayu dan bercabang banyak serta mengandung getah putih. Daunnya berbentuk menjari dengan 3–5 lobus, bertangkai panjang, dan berwarna hijau. Bunganya kecil berwarna kuning kehijauan yang tersusun dalam kelompok di ujung cabang dengan bunga jantan dan betina terdapat pada satu tanaman. Buahnya berbentuk kapsul bulat hingga lonjong berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning hingga cokelat saat matang, yang berisi tiga biji berwarna hitam.
Habitat dan budidaya: Jatropha curcas berasal dari daerah tropis Amerika namun kini banyak dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Tanaman ini tumbuh baik pada lahan terbuka dengan sinar matahari penuh serta tanah yang gembur dan memiliki drainase baik. Tanaman ini cukup toleran terhadap kondisi kering dan dapat tumbuh pada lahan marginal. Perbanyakan biasanya dilakukan melalui biji atau stek batang. Dalam budidaya, tanaman memerlukan penyiraman pada fase awal pertumbuhan, penyiangan gulma, serta pemupukan secukupnya. Biji tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak jarak untuk biodiesel, meskipun bijinya bersifat beracun.
