Nama umum: Johar
Nama Latin: Cassia siamea
Family: Rutaceae
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Antipiretik, obat malaria.
Ciri morfologi utama: Cassia siamea merupakan tanaman pohon dari famili Fabaceae yang dikenal dengan nama johar atau kasia siam. Tanaman ini dapat tumbuh hingga ketinggian sekitar 10–20 meter dengan batang tegak, berkayu keras, dan bercabang cukup banyak membentuk tajuk yang rimbun. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan permukaan agak kasar. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip genap yang tersusun berselang-seling pada batang, terdiri dari sekitar 6–12 pasang anak daun. Anak daun berbentuk lonjong hingga elips dengan ujung membulat dan permukaan berwarna hijau mengilap. Bunganya tersusun dalam rangkaian bunga berbentuk malai yang muncul di ujung cabang. Bunga berwarna kuning cerah, berukuran sedang, dan cukup mencolok sehingga tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dan tanaman hias. Buahnya berbentuk polong panjang, silindris, agak pipih, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi cokelat kehitaman ketika matang. Di dalam polong terdapat beberapa biji berbentuk pipih yang tersusun berjajar.
Habitat dan budidaya: Cassia siamea berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara dan kini banyak ditanam di berbagai daerah tropis sebagai tanaman peneduh, penghijauan, maupun tanaman pelindung di tepi jalan. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada daerah dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut dengan iklim tropis yang hangat. Tanaman johar cukup toleran terhadap kondisi lingkungan yang kering dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi pertumbuhan terbaik diperoleh pada tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Perbanyakan tanaman biasanya dilakukan melalui biji yang memiliki daya tumbuh cukup baik. Dalam budidaya, tanaman ini relatif mudah dipelihara karena tahan terhadap kondisi kekeringan dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu intensif. Pemeliharaan umumnya meliputi penyiraman pada masa awal pertumbuhan, pemupukan untuk mempercepat pertumbuhan, serta pemangkasan cabang untuk membentuk tajuk yang baik. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh dan penghijauan, kayu Cassia siamea juga sering digunakan sebagai bahan bangunan ringan, sedangkan beberapa bagian tanaman kadang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
