Nama umum: Kemloko
Nama Latin: Phyllanthus emblica L.
Family: Phyllanthaceae
Bagian yang digunakan: Akar, daun, bunga, buah, biji.
Khasiat: Sariawan, kencing manis, bisul, eksim, radang usus, sakit lambung.
Ciri morfologi utama: Phyllanthus emblica L. merupakan pohon kecil hingga sedang dari famili Phyllanthaceae yang dikenal sebagai amla atau malaka. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 8–18 meter dengan batang berkayu yang bercabang banyak serta kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dan agak retak. Cabang-cabangnya ramping dengan daun yang tampak seperti daun majemuk, namun sebenarnya merupakan daun tunggal yang tersusun rapat dan berseling pada ranting kecil. Daunnya berbentuk sempit memanjang hingga lonjong dengan ujung tumpul dan panjang sekitar 1–2 cm, berwarna hijau muda hingga hijau tua. Bunganya berukuran kecil dan berwarna hijau kekuningan, biasanya muncul di ketiak daun. Tanaman ini menghasilkan buah berbentuk bulat dengan diameter sekitar 2–3 cm, berwarna hijau kekuningan ketika matang, dan memiliki permukaan yang halus serta beralur halus. Daging buahnya bertekstur keras dengan rasa asam yang kuat, dan di bagian tengah terdapat biji keras yang terbagi menjadi beberapa ruang.
Habitat dan budidaya: Phyllanthus emblica berasal dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama India, dan telah banyak dibudidayakan di berbagai daerah tropis dan subtropis. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada daerah dengan iklim hangat dan curah hujan sedang hingga tinggi. Habitat yang sesuai bagi tanaman ini adalah tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik, meskipun pohon ini juga mampu tumbuh pada tanah yang relatif kering dan kurang subur. Tanaman ini memerlukan paparan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal. Dalam budidaya, tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji maupun secara vegetatif seperti cangkok atau okulasi untuk mendapatkan tanaman dengan sifat unggul. Perawatan tanaman meliputi penyiraman pada fase awal pertumbuhan, pemupukan secara berkala untuk meningkatkan kesuburan tanah, serta pemangkasan untuk menjaga bentuk tajuk dan merangsang pertumbuhan cabang baru. Buah Phyllanthus emblica banyak dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, produk herbal, serta sebagai bahan pangan karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang tinggi.
