Nama umum: Kembang Telang
Nama Latin: Clitoria ternatea L.
Family: Papilionaceae/Leguminosae
Bagian yang digunakan: Daun, bunga.
Khasiat: Bisul, borok, batuk, penyakit mata.
Ciri morfologi utama: Clitoria ternatea L. merupakan tanaman merambat dari famili Fabaceae yang dikenal dengan nama bunga telang atau butterfly pea. Tanaman ini memiliki batang ramping yang dapat menjalar atau memanjat dengan panjang mencapai sekitar 1–3 meter. Batangnya berwarna hijau dan memiliki percabangan yang cukup banyak. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip yang terdiri dari 5–7 anak daun berbentuk lonjong hingga elips dengan ujung meruncing. Permukaan daun berwarna hijau dengan tekstur halus dan panjang setiap anak daun sekitar 2–5 cm. Bunganya muncul secara tunggal atau berpasangan pada ketiak daun dengan bentuk khas menyerupai kupu-kupu. Bunga biasanya berwarna biru cerah dengan bagian tengah berwarna putih atau kekuningan, meskipun terdapat juga varietas berwarna putih. Mahkota bunga terdiri dari lima helai dengan satu helai mahkota yang lebih besar dan mencolok. Buahnya berbentuk polong pipih memanjang dengan panjang sekitar 5–7 cm yang berisi beberapa biji kecil berwarna cokelat hingga hitam.
Habitat dan budidaya: Clitoria ternatea banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, terutama di Asia Tenggara, dan sering tumbuh liar di padang rumput, kebun, atau tepi jalan. Tanaman ini tumbuh baik pada daerah dengan suhu hangat dan paparan sinar matahari yang cukup. Habitat yang sesuai adalah tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik, meskipun tanaman ini juga dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur karena termasuk anggota famili Fabaceae yang mampu berasosiasi dengan bakteri pengikat nitrogen. Dalam budidaya, tanaman ini umumnya diperbanyak melalui biji yang mudah berkecambah. Penanaman biasanya dilakukan di lahan terbuka atau pada area yang memiliki penopang seperti pagar atau rambatan karena tanaman ini bersifat memanjat. Perawatan tanaman meliputi penyiraman secara teratur terutama pada fase awal pertumbuhan, pemupukan ringan, serta pemangkasan untuk merangsang pertumbuhan cabang baru. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias, tanaman obat tradisional, serta sebagai sumber pewarna alami untuk makanan dan minuman karena warna biru khas dari bunganya.
