Krokot Belanda

Nama umum: Krokot Belanda

Nama Latin: Talinum triangulare (Jacq) Willd.

Family: Portulacaceae

Bagian yang digunakan: Akar, daun.

Khasiat: Adaptogen

Ciri morfologi utama: Talinum triangulare (Jacq.) Willd., juga dikenal sebagai waterleaf, adalah tanaman herba perenial yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 30–60 cm. Tanaman ini memiliki batang yang tegak, sedikit bercabang, dengan daun berbentuk segitiga hingga lanset dengan panjang sekitar 5–10 cm dan lebar 2–6 cm. Daunnya berwarna hijau segar dan tampak sedikit berkilau, terutama pada daun muda. Bunganya kecil, berwarna pink atau merah muda cerah, dan tersusun dalam kelompok kecil yang membentuk malai pada ujung cabang. Buahnya berupa kapsul kecil yang mengandung beberapa biji kecil. Tanaman ini memiliki sifat sukulen, dengan kemampuan menyimpan air pada daun dan batangnya, menjadikannya sangat tahan terhadap kekeringan.

Habitat dan budidaya: Talinum triangulare banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Afrika, Asia, dan beberapa bagian Amerika. Tanaman ini tumbuh baik di lahan terbuka seperti kebun, ladang, atau pekarangan rumah dengan paparan sinar matahari penuh hingga teduh sebagian. Tanaman ini dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi lebih menyukai tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Dalam budidaya, tanaman ini umumnya diperbanyak melalui stek batang atau biji. Tanaman ini cukup mudah dirawat karena tahan terhadap kekeringan dan membutuhkan sedikit perawatan. Penyiraman yang cukup dan pemupukan ringan sudah cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Talinum triangulare banyak dimanfaatkan sebagai tanaman sayur atau lalapan di berbagai daerah karena daunnya kaya akan nutrisi, termasuk vitamin dan mineral.

 

%d bloggers like this: