Nama umum: Kelapa Ijo
Nama Latin: Cocos nucifera L.
Family: Araceae
Bagian yang digunakan: -
Khasiat: -
Ciri morfologi utama: Cocos nucifera L. merupakan tanaman palma dari famili Arecaceae yang dikenal sebagai pohon kelapa. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 20–30 meter dengan batang tunggal yang tegak, tidak bercabang, dan memiliki bekas pelepah daun yang terlihat sebagai cincin pada permukaan batang. Batangnya berbentuk silindris dengan diameter sekitar 30–40 cm dan semakin mengecil ke arah ujung. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip yang besar dengan panjang dapat mencapai 4–6 meter. Setiap daun terdiri dari banyak anak daun yang sempit, memanjang, dan tersusun rapat pada tulang daun utama. Bunga kelapa tersusun dalam rangkaian bunga yang disebut tandan atau mayang yang muncul dari ketiak daun dan dilindungi oleh seludang bunga. Tanaman ini bersifat monoecious, yaitu bunga jantan dan betina terdapat pada satu tandan yang sama. Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong dengan ukuran cukup besar, terdiri dari lapisan eksokarp (kulit luar), mesokarp (sabut), dan endokarp keras yang melindungi biji di dalamnya. Bagian dalam buah berisi daging buah putih serta cairan yang dikenal sebagai air kelapa.
Habitat dan budidaya: Cocos nucifera tumbuh baik di daerah tropis, terutama di wilayah pesisir dengan iklim hangat dan curah hujan yang cukup tinggi. Tanaman ini banyak ditemukan di daerah pantai karena memiliki toleransi yang baik terhadap tanah berpasir dan kadar garam yang relatif tinggi. Habitat yang ideal bagi pohon kelapa adalah tanah yang gembur, subur, memiliki drainase baik, serta mendapatkan paparan sinar matahari penuh sepanjang hari. Dalam budidaya, tanaman ini biasanya diperbanyak melalui biji, yaitu dengan menanam buah kelapa yang telah matang. Bibit kelapa kemudian dipindahkan ke lahan tanam setelah tumbuh tunas dan akar yang cukup kuat. Perawatan tanaman meliputi penyiraman pada fase awal pertumbuhan, pemupukan secara berkala untuk mendukung perkembangan tanaman, serta pengendalian gulma di sekitar tanaman. Pohon kelapa memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan, mulai dari buah, air kelapa, daging buah, sabut, hingga daun dan batang yang digunakan dalam berbagai kebutuhan pangan, industri, dan kerajinan.
