Nama umum: Kembang Sepatu
Nama Latin: Hibiscus rosa-sinensis L.
Family: Malvaceae
Bagian yang digunakan: Bunga dan daun.
Khasiat: Peluruh haid, diuretik, antipiretik (pediatri).
Ciri morfologi utama: Hibiscus rosa-sinensis L. merupakan tanaman perdu dari famili Malvaceae yang dikenal dengan nama kembang sepatu. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 2–5 meter dengan batang berkayu, tegak, dan bercabang banyak membentuk tajuk yang cukup rimbun. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur agak kasar. Daunnya merupakan daun tunggal yang tersusun berselang-seling, berbentuk bulat telur hingga lonjong dengan ujung meruncing dan tepi bergerigi. Permukaan daun berwarna hijau tua dan mengilap dengan panjang sekitar 5–15 cm. Bunga merupakan bagian paling mencolok dari tanaman ini, berukuran besar dengan diameter sekitar 8–15 cm. Bunga biasanya memiliki lima helai mahkota yang lebar dan tipis dengan warna yang beragam seperti merah, merah muda, kuning, putih, atau oranye. Pada bagian tengah bunga terdapat kolom benang sari yang memanjang keluar dari mahkota bunga. Buahnya berbentuk kapsul kecil yang mengandung beberapa biji, meskipun pada banyak varietas tanaman hias buah jarang terbentuk.
Habitat dan budidaya: Hibiscus rosa-sinensis banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis serta sering dibudidayakan sebagai tanaman hias di taman, pekarangan, maupun pot. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Asia Timur atau Asia Tenggara dan kini telah tersebar luas di berbagai wilayah tropis di dunia. Tanaman ini tumbuh optimal pada daerah dengan suhu hangat dan paparan sinar matahari yang cukup. Media tanam yang ideal adalah tanah yang gembur, subur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Dalam budidaya, tanaman ini biasanya diperbanyak melalui stek batang, cangkok, atau okulasi karena metode tersebut lebih cepat menghasilkan tanaman baru dibandingkan dengan perbanyakan melalui biji. Perawatan tanaman meliputi penyiraman secara teratur, pemupukan berkala untuk merangsang pertumbuhan dan pembungaan, serta pemangkasan untuk menjaga bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan cabang baru. Karena bunganya yang besar dan berwarna cerah, tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias serta dalam beberapa tradisi sebagai bahan obat atau bahan kosmetik alami.
