Nama umum: Mahoni
Nama Latin: Swietenia mahagoni
Family: Meliaceae
Bagian yang digunakan: Biji
Khasiat: Antihipertensi, antidiabetik.
Ciri morfologi utama: Swietenia mahagoni (L.) Jacq., yang lebih dikenal dengan nama mahoni atau mahogany, adalah pohon besar dari famili Meliaceae yang dapat tumbuh hingga tinggi sekitar 25–35 meter. Pohon ini memiliki batang utama yang besar dan tegak dengan kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan, halus, dan cenderung licin. Daunnya majemuk, terdiri dari 5–7 anak daun yang berbentuk elips dengan ujung meruncing dan panjang sekitar 10–30 cm. Permukaan daun berwarna hijau mengilap di bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Bunganya kecil, berwarna putih krem, dan tersusun dalam kelompok berbentuk malai pada ujung cabang. Setelah berbunga, pohon ini menghasilkan buah berbentuk kapsul yang keras, berwarna cokelat, dan mengandung biji-biji kecil yang dapat tersebar oleh angin. Biji-biji ini memiliki sayap tipis yang membantu penyebarannya.
Habitat dan budidaya: Swietenia mahagoni berasal dari kawasan tropis Amerika, terutama di Karibia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, namun kini telah tersebar luas di daerah tropis di seluruh dunia, termasuk Asia dan Afrika. Tanaman ini tumbuh baik pada tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik, serta menyukai iklim tropis dengan suhu hangat dan curah hujan yang tinggi. Tanaman ini membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal. Dalam budidaya, tanaman ini umumnya diperbanyak dengan biji, meskipun dapat juga diperbanyak melalui stek atau cangkok untuk mendapatkan pohon dengan sifat unggul. Swietenia mahagoni banyak ditanam untuk tujuan komersial, terutama untuk pengambilan kayu kerasnya yang sangat dihargai di industri furnitur, konstruksi, dan pengolahan kayu. Selain itu, pohon mahoni juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan, seperti penyakit kulit dan peradangan.
