Nama umum: Mimba
Nama Latin: Azadirachta indica
Family: Meliaceae
Bagian yang digunakan: Daun dan biji.
Khasiat: Antiphlogistik (daun), insektisidal alami (minyak dari biji).
Ciri morfologi utama: Azadirachta indica A. Juss., atau yang lebih dikenal dengan nama neem, adalah pohon besar dari famili Meliaceae yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 15–20 meter. Tanaman ini memiliki batang tegak dengan kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan yang halus. Daunnya majemuk dengan 20–30 anak daun yang berbentuk lanceolate atau elips, dengan panjang sekitar 5–10 cm, dan berwarna hijau cerah. Tepi daun bergerigi halus dan daunnya memiliki aroma khas yang tajam. Bunganya kecil, berwarna putih atau krem, dan tersusun dalam kelompok berbentuk malai yang muncul pada ujung cabang atau ketiak daun. Buahnya berbentuk bulat atau oval, berwarna hijau saat muda, yang kemudian berubah menjadi cokelat kekuningan saat matang. Buah ini memiliki daging yang tipis dan mengandung biji yang kecil.
Habitat dan budidaya: Azadirachta indica berasal dari anak benua India, tetapi kini telah tersebar luas di berbagai negara tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Tanaman ini lebih menyukai iklim tropis dengan suhu hangat dan kelembapan tinggi, serta dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, meskipun lebih menyukai tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Azadirachta indica tahan terhadap kekeringan dan tumbuh baik pada tanah yang sedikit asam hingga netral. Dalam budidaya, tanaman ini umumnya diperbanyak dengan stek batang atau biji. Neem membutuhkan paparan sinar matahari penuh hingga teduh sebagian untuk tumbuh optimal. Tanaman ini dikenal dalam pengobatan tradisional karena banyak khasiatnya, termasuk sifat antimikroba, antiinflamasi, dan antijamur yang terkandung dalam berbagai bagian tanaman, seperti daun, kulit batang, dan minyak biji. Neem sering digunakan untuk mengatasi masalah kulit, seperti jerawat atau infeksi kulit, serta dalam pembuatan pestisida organik.
