Nama umum: Kedaung
Nama Latin: Parkia roxburghii G.Don.,
Family: Fabaceae
Bagian yang digunakan: Semua bagian tanmaan.
Khasiat: Antibakteri, infeksi, mual dan mulas.
Ciri morfologi utama: Parkia roxburghii G. Don merupakan pohon besar dari famili Fabaceae (subfamili Mimosoideae) yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 20–30 meter dengan batang tegak dan tajuk yang lebar serta rimbun. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur agak kasar. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip ganda (bipinnate) yang terdiri dari banyak anak daun kecil berbentuk lonjong hingga lanset dengan ukuran kecil dan tersusun rapat pada tangkai daun. Panjang daun dapat mencapai sekitar 30–60 cm. Bunganya berukuran kecil dan tersusun rapat membentuk kepala bunga bulat yang menggantung pada tangkai panjang. Bunga biasanya berwarna putih kekuningan hingga krem. Buahnya berupa polong panjang yang menggantung dari cabang pohon, berbentuk pipih memanjang dengan panjang sekitar 20–40 cm, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi cokelat ketika matang. Di dalam polong terdapat beberapa biji yang tertanam dalam jaringan daging buah yang agak lunak.
Habitat dan budidaya: Parkia roxburghii banyak ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di daerah tropis dengan curah hujan tinggi. Tanaman ini umumnya tumbuh di hutan tropis, daerah perbukitan, serta lahan terbuka dengan tanah yang cukup subur. Pohon ini mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanah, namun pertumbuhan terbaik terjadi pada tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik. Tanaman ini juga memerlukan paparan sinar matahari penuh untuk tumbuh optimal. Dalam budidaya, perbanyakan biasanya dilakukan melalui biji yang berasal dari buah matang. Bibit yang telah tumbuh kemudian dipindahkan ke lahan yang cukup luas karena pohon ini dapat berkembang menjadi sangat besar. Perawatan tanaman meliputi penyiraman pada fase awal pertumbuhan, pengendalian gulma, serta pemupukan untuk mendukung perkembangan tanaman. Pohon ini juga sering dimanfaatkan dalam sistem agroforestri karena memberikan naungan serta berkontribusi terhadap kesuburan tanah melalui kemampuan fiksasi nitrogen sebagai anggota famili Fabaceae.
