Nama umum: Kemuning
Nama Latin: Murraya paniculata (L.) Jack
Family: Rutaceae
Bagian yang digunakan: Daun, akar, ranting.
Khasiat: Antiphlogistik, obat keputihan.
Ciri morfologi utama: Murraya paniculata (L.) Jack merupakan tanaman perdu atau pohon kecil dari famili Rutaceae yang dikenal dengan nama kemuning atau orange jasmine. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 2–7 meter dengan batang berkayu yang bercabang banyak dan membentuk tajuk yang rimbun. Kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dengan tekstur agak kasar. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip yang terdiri dari beberapa anak daun berbentuk lonjong hingga bulat telur dengan ujung meruncing dan permukaan yang mengilap. Anak daun biasanya berwarna hijau tua dan memiliki panjang sekitar 3–8 cm. Bunganya berukuran kecil, berwarna putih, dan tersusun dalam rangkaian bunga berbentuk malai pada ujung cabang atau ketiak daun. Bunga memiliki aroma harum yang kuat, terutama pada malam hari. Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong kecil, berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi merah atau oranye ketika matang, serta mengandung satu hingga dua biji di dalamnya.
Habitat dan budidaya: Murraya paniculata banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis Asia, termasuk Asia Tenggara dan Australia utara. Tanaman ini biasanya tumbuh di hutan sekunder, semak belukar, atau daerah terbuka dengan kondisi tanah yang cukup subur. Tanaman ini mampu tumbuh baik pada tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh maupun pada naungan sebagian. Habitat yang ideal adalah tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Dalam budidaya, tanaman ini umumnya diperbanyak melalui biji, stek batang, atau cangkok. Tanaman kemuning sering ditanam sebagai tanaman pagar atau tanaman hias karena memiliki daun yang rimbun dan bunga yang harum. Perawatan tanaman meliputi penyiraman secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah, pemupukan berkala untuk mendukung pertumbuhan dan pembungaan, serta pemangkasan untuk mempertahankan bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan cabang baru. Selain sebagai tanaman hias, beberapa bagian tanaman ini juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan sebagai bahan parfum alami karena aromanya yang khas.
