Nama umum: Kenikir
Nama Latin: Cosmos caudatus
Family: Asteraceae
Bagian yang digunakan: Herba
Khasiat: Penambah nafsu makan, mengobati maag.
Ciri morfologi utama: Cosmos caudatus Kunth merupakan tanaman herba dari famili Asteraceae yang dikenal dengan nama kenikir atau ulam raja. Tanaman ini dapat tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 1–2 meter dan memiliki batang ramping yang bercabang banyak serta berwarna hijau. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip dengan segmen daun yang sangat sempit dan memanjang sehingga tampak seperti benang halus. Panjang daun dapat mencapai sekitar 15–25 cm dengan warna hijau cerah dan memiliki aroma khas ketika diremas. Bunganya tersusun dalam bentuk kepala bunga (capitulum) yang khas pada keluarga Asteraceae. Bunga memiliki kelopak luar berwarna merah muda hingga ungu muda dengan bagian tengah berwarna kuning yang terdiri dari bunga tabung kecil. Diameter bunga biasanya sekitar 3–5 cm. Buahnya berbentuk kecil memanjang (achene) yang berwarna cokelat kehitaman ketika matang dan mengandung biji kecil.
Habitat dan budidaya: Cosmos caudatus banyak ditemukan di daerah tropis, terutama di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Tanaman ini biasanya tumbuh di lahan terbuka seperti kebun, pekarangan rumah, atau ladang dengan paparan sinar matahari yang cukup. Tanaman ini mampu tumbuh pada berbagai jenis tanah, tetapi pertumbuhan terbaik terjadi pada tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik. Dalam budidaya, tanaman kenikir umumnya diperbanyak melalui biji yang mudah berkecambah dan tumbuh relatif cepat. Penanaman biasanya dilakukan di lahan terbuka dengan jarak tanam yang cukup agar tanaman dapat berkembang dengan baik. Perawatan tanaman meliputi penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah serta pemupukan ringan untuk meningkatkan pertumbuhan daun. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan karena memiliki aroma khas serta mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
