Nama umum: Kopi
Nama Latin: Coffea arabica
Family: Rubiaceae
Bagian yang digunakan: Buah
Khasiat: Analeptik, stimulan, diuretik.
Ciri morfologi utama: Coffea arabica L. merupakan tanaman perdu atau pohon kecil hijau abadi dari famili Rubiaceae yang bila tidak dipangkas dapat tumbuh hingga sekitar 5 meter. Batangnya berkayu dengan percabangan lateral yang berkembang dari ketiak daun, membentuk tajuk yang relatif rimbun. Daunnya tunggal, tipis namun agak kaku, berwarna hijau tua mengilap, dengan tulang daun tengah dan tulang cabang yang tampak jelas; susunan daun umumnya berhadapan. Bunganya muncul bergerombol padat di ketiak daun pada cabang reproduktif, berwarna putih, berbentuk seperti bintang, dan beraroma harum. Buahnya berupa drupa yang mula-mula berwarna hijau kusam lalu berubah menjadi merah terang saat masak; setiap buah umumnya berisi dua biji yang saling berhimpitan, yaitu biji kopi yang dikenal sebagai “bean”.
Habitat dan budidaya: Coffea arabica berasal dari Afrika timur, khususnya Sudan Selatan bagian timur, Etiopia barat daya, dan Kenya utara, dan di alam tumbuh sebagai semak atau pohon kecil pada bioma tropis kering musiman. Dalam budidaya, arabika paling sesuai ditanam di daerah tropis yang lebih sejuk dan berketinggian, umumnya sekitar 1.000 meter dpl atau lebih; beberapa pedoman FAO juga menyebut kisaran yang sesuai sekitar 600–1.600 meter pada iklim dataran tinggi tropis basah. Tanaman ini tumbuh baik pada suhu relatif sejuk, sekitar 18–21°C, dengan tanah subur, gembur, kaya bahan organik, dan berdrainase baik. Pada praktik budidaya, kopi arabika biasanya dipelihara dengan pemangkasan agar tanaman tetap pendek, mudah dipanen, dan produktif; di banyak sistem budidaya, naungan juga digunakan untuk membantu menjaga mikroklimat yang lebih sesuai bagi pertumbuhan dan mutu biji.
