Nama umum: Kunyit
Nama Latin: Curcuma longa L.
Family: Zingiberaceae
Bagian yang digunakan: Rimpang
Khasiat: Hepatoprotektor, cholagoga, antiphlogistik.
Ciri morfologi utama: Curcuma longa L. adalah tanaman herba dari famili Zingiberaceae yang tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 60–90 cm. Tanaman ini memiliki rimpang yang besar, berwarna oranye kekuningan, dan mengandung minyak atsiri yang memberikan warna khas pada kunyit. Rimpang ini merupakan bagian utama yang dimanfaatkan, baik untuk bumbu masakan, obat herbal, maupun kosmetik. Daunnya berbentuk panjang, lebar, dan memanjang, dengan ujung meruncing dan tangkai daun yang panjang, berwarna hijau terang hingga hijau tua. Daun-daunnya tumbuh secara berkelompok pada bagian bawah batang semu, yang berbentuk tegak dan berongga. Bunganya muncul pada batang bunga yang lebih tinggi dari dedaunan, berbentuk spike atau tandan, dengan kelopak bunga berwarna kuning hingga oranye terang. Setelah bunga mekar, tanaman ini menghasilkan buah berbentuk kapsul kecil yang mengandung biji.
Habitat dan budidaya: Curcuma longa berasal dari Asia Selatan, terutama India, dan kini telah tersebar luas di berbagai negara tropis. Tanaman ini tumbuh baik di daerah dengan iklim tropis yang hangat, kelembapan tinggi, dan tanah yang subur serta gembur. Tanaman kunyit membutuhkan paparan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan optimal, namun juga dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang agak teduh. Kunyit lebih menyukai tanah yang kaya bahan organik, memiliki drainase yang baik, dan sedikit asam. Dalam budidaya, tanaman ini diperbanyak melalui pembagian rimpang yang ditanam di media tanah lembap. Tanaman ini membutuhkan penyiraman yang cukup, tetapi tidak boleh tergenang air. Tanaman kunyit dapat dipanen setelah beberapa bulan, ketika rimpang cukup besar dan berwarna oranye cerah. Tanaman ini banyak dimanfaatkan dalam dunia kuliner, terutama dalam masakan India dan Asia Tenggara, serta dalam pengobatan tradisional untuk berbagai manfaat kesehatan, seperti anti-inflamasi dan antioksidan.
