Nama umum: Kuwalot
Nama Latin: Brucea javanica (L.) Merr.
Family: Simaroubaceae
Bagian yang digunakan: Buah
Khasiat: Hemostatik, anti malaria, obat disentri.
Ciri morfologi utama: Brucea javanica (L.) Merr. adalah pohon kecil atau semak dari famili Simaroubaceae, yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 4–7 meter. Tanaman ini memiliki batang berkayu dengan kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan dan permukaan yang sedikit kasar. Daunnya berbentuk lanset hingga elips, berwarna hijau muda dengan panjang sekitar 10–20 cm dan memiliki ujung yang meruncing. Daun-daunnya tersusun berseling, dengan tepi yang agak bergerigi dan tulang daun yang jelas terlihat. Bunganya berukuran kecil dan berwarna kuning kehijauan, muncul dalam kelompok yang menyebar pada ujung cabang. Setelah berbunga, tanaman ini menghasilkan buah berbentuk kapsul kecil, berwarna cokelat kehijauan ketika matang, dan mengandung biji yang berbulu halus. Biji ini mudah tersebar oleh angin, yang membantu proses regenerasi tanaman di alam.
Habitat dan budidaya: Brucea javanica berasal dari kawasan tropis Asia, terutama ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan sebagian wilayah Asia Tenggara lainnya. Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah terbuka, hutan sekunder, atau tepi hutan dengan tanah yang lembap, subur, dan memiliki drainase yang baik. Tanaman ini dapat beradaptasi pada tanah yang kurang subur, namun lebih suka tanah yang kaya akan bahan organik. Dalam budidaya, tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara stek batang atau pembagian rumpun. Perawatan tanaman meliputi penyiraman teratur untuk menjaga kelembapan tanah, terutama pada musim kemarau, dan pemupukan organik untuk mendukung pertumbuhannya. Selain digunakan sebagai tanaman hias, Brucea javanica dikenal dalam pengobatan tradisional karena memiliki berbagai manfaat, terutama untuk mengatasi infeksi parasit dan beberapa kondisi kulit, berkat sifat antimikroba dan antiinflamasi yang terkandung dalam bagian tanaman tertentu.
