Nama umum: Melinjo
Nama Latin: Gnetum gnemon L.
Family: Gnetaceae
Bagian yang digunakan: -
Khasiat: -
Ciri morfologi utama: Gnetum gnemon L., yang dikenal dengan nama melinjo atau belinjo, adalah tanaman dari famili Gnetaceae yang dapat tumbuh sebagai pohon atau semak besar dengan tinggi hingga sekitar 10–20 meter. Tanaman ini memiliki batang yang berkayu, tegak, dan bercabang banyak. Daunnya berbentuk elips atau lonjong, dengan ujung meruncing, panjang sekitar 10–20 cm, dan lebar 5–10 cm. Permukaan daun berwarna hijau cerah dengan urat daun yang jelas dan tepi yang halus. Bunganya kecil dan berwarna hijau, muncul dalam kelompok atau tandan di sepanjang batang atau ujung cabang. Setelah berbunga, Gnetum gnemon menghasilkan buah berbentuk bulat atau oval, dengan kulit keras dan biji yang besar di dalamnya. Buahnya memiliki warna yang bervariasi, mulai dari hijau hingga merah ketika matang.
Habitat dan budidaya: Gnetum gnemon ditemukan di daerah tropis Asia, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, serta tersebar di beberapa bagian Afrika. Tanaman ini tumbuh baik di hutan tropis yang lembap, dan lebih menyukai tanah yang subur, gembur, serta memiliki drainase yang baik. Gnetum gnemon dapat tumbuh pada tanah yang sedikit asam hingga netral dan membutuhkan kelembapan tinggi untuk pertumbuhannya yang optimal. Dalam budidaya, tanaman ini dapat diperbanyak melalui biji atau stek batang, meskipun stek batang lebih umum digunakan untuk memperbanyak tanaman secara vegetatif. Tanaman ini juga membutuhkan penyiraman teratur dan pemupukan dengan pupuk organik untuk mendukung pertumbuhannya. Buah dan biji Gnetum gnemon digunakan dalam berbagai masakan tradisional di Asia Tenggara, baik sebagai sayuran ataupun bahan baku untuk makanan olahan seperti emping melinjo. Selain itu, tanaman ini juga digunakan dalam beberapa pengobatan tradisional untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan sebagai bahan penguat tubuh.
